Chapter 20 Aku rasa, tubuh ini sangatlah ajaib. Aku sudah sangat dekat dengan hari perkiraan lahir anak pertamaku ini. Tapi, aku masih sanggup beraktivitas mengurus segala keperluan untuk restoran istri dari atasan Mas Furqan. Tak bisa dipungkiri, sekali lagi keluarga kami berutang budi pada kawan kecilku itu. Dia yang membuat kesepakatan dan kerja sama ini terjalin. Berkat koneksinya kami bisa melebarkan usaha kami ke ranah elite, siapa sangka mie ayam gerobakan milik Ayah sebentar lagi akan bisa dijumpai di dalam mall dan restoran kelas menengah ke atas. Aku harus yakin bahwa tak ada niat buruk dari Mas Furqan, semuanya itu dia lakukan semata-mata untuk membantu Ayah. Momentnya juga kebetulan sekali sangat pas. Saat aku punya ide mengembangkan usaha Ayah, saat itu pula Mas Furqan

