Chapter 19 Aku bisa melihat kemarahan Bunda dibalik wajah dan ekspresi tenangnya itu. Wajar jika Bunda saat ini luar biasa kesal. Bertemu dengan Mas Axel dan maduku, di tempat seperti ini. Ditambah, yang lebih menyakitkan adalah mereka tengah melakukan hal yang sama dengan kami, berburu perlengkapan bayi. Wanita yang mengambil suamiku itu patut berbahagia karena datang kesini bersama suamiku, ditemani olehnya saat memilih apa yang hendak dia beli. Itu impianku. Ya, dia merebut suami dan impianku dalam sekali hentakan. Bohong kalau aku bilang aku baik-baik saja, aku sungguh merasakan sakit yang amat sangat. Bohong kalau aku berkata kalau aku tidak apa-apa. Airmataku saja sudah ingin meluncur sejak tadi, bagusnya aku kini sudah jauh lebih pandai menahan tangis setelah berbulan-bulan lalu t

