Chapter 33 Aku tertegun, lidahku kelu. Inginku berseru pada Bunda untuk menanyakan siapa gerangan tamu kita yang datang malam-malam begini. Tapi, sepertinya aku tak perlu menanyakan hal sudah jelas itu. Dalam temarampun aku dapat mengenali siapa pria yang berdiri di depan pintu itu. Aku mengenalnya beberapa tahun silam, kemudian mengenalnya dengan baik, setelah itu aku mencintainya selama beberapa tahun terakhir. Sampai detik ini, aku masih mencintainya. Setelah hatiku terbakar cemburu berkali-kali, ketika hatiku sudah mulai pulih dan hidup dengan keputusan terbaik. Berniat mengawali segalanya dengan hal baru, kehidupan baru bersama Iza saja. Setelah perasaanku patah berkali-kali, hingga hancur tak tersisa. Dia tiba-tiba saja, tanpa di duga, muncul di depanku dengan sangat mengejutkan

