Chapter 25 Sampai hari berikutnya, Mas Axel yang senantiasa aku tunggu kehadirannya itu tak kunjung datang. Aku merasa tidak perlu mengabarinya tentang persalinanku karena toh dia yang berada di satu ruangan sama itu pasti sudah tahu dengan sendirinya. Detik ini, aku masih Zanna yang sama. Entah karena aku sudah jatuh hati padanya dan memiliki ketulusan hati yang begitu besar untuk menjadi istrinya. Apakah, keduanya itu yang membuatku jadi sebodoh ini? Selain itu, aku ingin putriku ini bisa menyebut Papa ke orang tua kandungnya. Tidak pernah terbayangkan jika akau kemudian menikah dengan yang lain, dan yang lain itu kemudian menjadi Papa baru untuk putriku. Hari ini masih gelap, adzan subuh belum berkumandang. Aku kembali teringat sosok yang mengadzani putriku yang sampai sekarang belu

