Chapter 23 20 Januari 2022, menjadi tanggal kelahiran putri kecilku yang namanya bahkan belum disiapkan. Aku memandang wajah mungilnya, matanya agak sipit. Matanya, seperti mata milik Mas Axel. Ya, tentu saja pasti begitu. Memangnya bayiku mau mirip siapa kalau bukan mirip papanya? Jari-jari mungilnya meraba bagian atas tubuhku, dia sangat lucu dan kulitnya begitu lembut. Hidungnya bangir, benar-benar persis sepertinya Papanya. Nak, kamu tidak apa-apa kan lahir ke dunia ini tanpa didampingi Papa? Dalam hati aku ingin berkata, bahwa sesungguhnya Papanya ada di ruangan ini. Tapi, aku takut malaikat kecil itu mendengar perkataan dalam hati itu. Nanti, hatinya akan terluka karena cinta dari sang Papa sudah terbelah, di detik pertama dia lahir ke dunia ini. Jadi, aku tidak boleh mengatakan b

