Aku membuka pintu apartemen, melangkah masuk, membaca salam. "Assalamu'alaikum." "Wa'alaikumsalam." Itu suara Harumi, sepertinya dia di dapur. Karena kamarku di sebelah dapur, mau tak mau aku akan berpapasan dengan Harumi. "Ah kamu sedang masak?" tanyaku. Sebenarnya ini pertanyaan yang tak perlu untuk ditanyakan, karena aku sudah melihat Harumi berdiri di depan kompor dengan tangan yang sedang memegang sendok. "Aku hanya menghangatkan makanan tadi pagi. Kamu sudah makan?" jawab Harumi. Dia menambah pertanyaan. Aku melirik makanan yang ada di dalam kuali, tidak banyak, tapi itu porsi dua orang. Akan sayang rasanya jika bersisa sedikit malam ini, sebaiknya aku bantu habiskan saja. Lagian perutku juga belum kenyang, aku hanya memakan makanan ringan di karaoke tadi. "Sudah. Tapi aku masih

