"Aku menampik semuanya, ketika hati kecilku berkata bahwa aku tak ingin menjadi sesosok bayangan di pagi dan malam harimu. Aku tak ingin menjadi angin lalu saat berada di dekatmu. Aku pun tak ingin jadi lalat yang berkerumun saat kau tengah menikmati sesuatu. Tapi aku lebih tak ingin lagi, bila kau terusik akan hadirku." Malam tadi Yusuf tersenyum padaku, walau aku duluan yang tersenyum padanya. Bisa jadi senyumannya semalam adalah senyum balasan untukku, kalau aku tidak tersenyum dia juga tidak akan tersenyum-- Ah sudahlah. Tak perlu dipikirkan. Pagi ini aku sudah bersiap, sarapan bisa di kantin saja nanti, toh kantin perusahaan pukul 7 sudah buka. Aku tidak perlu memasak, selain karena aku tidak terlalu bisa memasak aku juga malas memasak untuk diri sendiri. Aku juga tidak punya kewa

