"Aku percaya dengan takdir. Bahwasanya takdir itu telah tertulis di Lauhul Mahfudz. Takdir setiap masing-masing dari kita. Catatan takdir yang membawa setiap kejadian di alam semesta. Ya, itu meliputi takdir antara aku dan kamu." - Author. Sekembalinya dari rumah orangtuaku, aku dan Yusuf izin pamit setelah shalat maghrib bersama ayah dan ibu. Malam ini berangkat ke tujuan terakhir kami, rumah orangtua Yusuf. Bisa kutebak, obrolan yang akan kami bicarakan nanti di rumah keluarga Yusuf sama dengan apa yang kami bicarakan dengan kedua orangtuaku. Tak ada yang spesial. Hanya permintaan yang tak bisa diwujudkan, seperti orangtuaku minta momongan. Ya sudah jelas, itu mustahil. Minta saja sama kakakku dan suaminya, kak Dzawin. Ini sudah pemberhentian di lampu merah ketiga dari rumahku menuju

