"Bila engkau menemukan cela pada seseorang dan engkau mencacinya, maka cacilah dirimu, karena celamu lebih banyak darinya." (Umar bin Khattab) Berada di dalam mobil entah untuk yang keberapa kalinya dalam suasana canggung ini. Aku menghela nafas, tak baik untuk mentalku. Mulai kuputar musik saat mobil sedang berhenti di lampu merah. Sengajaku kecilkan volumenya agar Harumi tidak merasa terganggu. Kami saat ini dalam perjalanan menuju rumah orangtuaku, menemui abi dan umi. Sampai di rumah, duduk sebentar langsung terdengar kumandang adzan isya. Kami bergegas ke masjid. Aku berjalan di depan bersama abi, sedangkan umi dan Harumi di belakang. Abi tak bertanya apa-apa tentang bagaimana rumah tanggaku, abi hanya bertanya seputar pekerjaan dan kuliahku. Selesai shalat isya berjamaah di masji

