Aku terlambat. Yah, tidak ada kata tepat waktu dalam kamusku. Kalau tidak duluan datang, berarti terlambat. Aku terlambat 10 menit dari waktu janjian dengan kak Dirga. Entah kenapa hari Sabtu ini bus kota penuh, padahal bukan hari kerja. Parahnya lagi tidak ada satu pun taxi yang lewat di depanku tadi. Mau tak mau aku terpaksa naik angkot. Sebenarnya tidak masalah mau naik kendaraan umum apa saja, aku pun tak mempermasalahkan naik ojek, tapi tidak ada pangkalan ojek di area sekitar apartemenku. Kouta internetku juga sudah habis, tidak bisa memesan ojek online. Alasanku malas untuk naik angkot hanya satu. Bukan karena penumpangnya yang banyak sampai sopir angkot menjadi tidak tau diri, masih saja menaikkan penumpang lain padahal tau tempat duduk di angkot sudah tidak bisa menambah b****g

