"Dentingan jarum jam terus berbunyi setiap detiknya. Mau pagi, siang, atau saat tengah malam pun, dia akan selalu berbunyi. Tik tik tik. Tak henti sebelum baterainya habis, sumber tenaganya untuk mengingatkan manusia pada waktu. Dari bunyi dentingan jam, terlintas di benakku bunyi rintik hujan yang sama. Aku... ingin denganmu saat hujan tiba, kita berdiri berdua di bawah hujan, menangisi diri sendiri, takdir masing-masing. Bukan untuk berbahagia atau memperdalam ikatan cinta, hanya menangis. Karena air hujan mampu menutupi tangisan kita, meringankan sedikit beban yang serasa sesak di d**a. Ya, kita. Aku dan kamu." Saat masuk kembali ke studio, popcorn dan cola kak Dirga sudah habis. Aku pikir dia tidak akan menghabisinya karena lupa. "Oh Harumi, dari mana? Maaf aku tidak sadar kamu pergi

