Malam ini hujan turun dengan deras, ditambah petir yang menyambar keras, gelapnya malam sesekali jadi terang karena guratan halilintar. Aku menutup rapat-rapat jendela kamar, menarik gorden. Kutatap lama satu stel pakaian berwarna putih yang ada di hadapanku, besok aku harus menggenakan pakaian itu. Tok tok tok Aku beranjak dari kursi, membuka pintu kamar. Siapa yang malam-malam begini mengetok pintu kamar? Rasanya abi dan umi tidak akan melakukannya. "Hai!" Salsa tersenyum lebar. Aku menghela nafas, sudah kuduga dia orangnya. Siapa lagi yang berani mengangguku sampai malam-malam di rumah selain Salsa. Aku kembali masuk ke kamar, mengambil handuk kecil, langsung kulempar ke Salsa. Rambutnya basah, mungkin karena di luar hujan, tapi anehnya baju yang dikenakannya hanya basah di bahu.

