"Fuh... fuuuh..." Aku menoleh ke belakang, melirik malas Kris yang sedang mengangguku bekerja. "Ayo ke kantin! Udah jam istirahat ini, nanti aja lanjutin kerjanya." Kris sudah menungguku sejak 10 menit yang lalu, sampai meniup-niup jilbabku-- walau tidak ada pengaruhnya. "Kamu pergi aja sendiri, aku mau langsung shalat aja entar, toh orang belum adzan." Aku kembali fokus ke laptop, mengisi tabel-tabel Excel. Kris menggerutu. "Kalau gitu bilang dari tadi dong, ini eykeh sudah 10 menit tunggu ente, bengbenk." Kris memanyunkan bibirnya, menahan kesal. "Siapa suruh kamu nunggu? Aku gak minta kok," jawabku cuek. "Yeee lah, bebebnya kak Dirga." Kris langsung berdiri dari duduknya, melangkah santai meninggalkan ruangan kerja. Jari-jari tanganku berhenti, aku terdiam sejenak, langsung meng

