Lima Belas

2051 Kata
*PINTU GERBANG PABRIK PERMEN FUNKY HAZARD* Cahaya kembang api tampak bersinar di sisi timur Gedung Funky Factory. Saat itu Putri Avriel yang sedang dalam perjalanan menuju pabrik produksi secara kebetulan melihat meriahnya kembang api di wilayah Istana Sayap Timur Pulau Kelelawar. “Hah?! Dasar si tengkorak bodoh itu kerjaannya hanya bermain-main dan membuat kebisingan saja!” Lalu Avriel melirik ke arah sang penjaga gerbang Funky Hazard Carberos seekor anjing berkepala tiga yang bertubuh kekar, besar dan garang yang dengan sigap menjaga gerbang. “Carberos! Pergilah ke Istana Sayap Timur dan beri peringatan kepada mereka untuk tidak berisik. Kau bebas mengamuk disana!” Seru Putri Avriel memerintahkan Carberos untuk mengacak-acak Istana Timur. *LORONG BAWAH TANAH ISTANA SAYAP BARAT* “Kalian ini manusia dan kucing yang aneh sekali, jika kalian berhadapan dengan musuh yang sebenarnya, tentunya nyawa kalian akan tercancam huhuhu” Ucap Sang Ratu laba-laba putih keemasan yang ukurannya lebih besar dari laba-laba putih sebelumnya berbicara kepada Luna dan Fay yang tertangkap basah oleh salah satu anak laba-labanya. Luna dan Fay heran dengan kelakuan para laba-laba putih yang bersikap begitu bersahabat, awalnya mereka pikir laba-laba ini adalah musuh yang berbahaya. “Perkenalkan namaku Mia Arakhne, Ratu Laba-laba Putih yang tinggal di lorong bawah tanah Pulau Kelelawar ini huhuhu~” Ucap Mia memperkenalkan dirinya. “Dan mereka adalah anak-anakku Jorogumo, La Llorana dan yang terakhir adalah Ren Tarantula yang bertemu dengan kalian dan membawa kalian kesini.” “Nyaaww~ ternyata dia yang mempermainkan kami dan membuat kami pingsan nyaaw” Kata Luna yang mengingat kembali sikap memalukannya memain-mainkan gulungan bola jaring-jaring laba-laba sebelumnya. “Heee~ terimakasih atas kue yang kamu berikan tadi, walaupun setelah memakannya aku jadi tidak sadarkan diri, te-he.” Kata Fay yang sempat pingsan karena kekenyangan memakan kue yang diberikan oleh monster laba-laba putih itu. “Sungguh pemandangan langka bisa bertemu dengan orang luar khususnya seorang manusia dan seekor kucing di Pulau Kelelawar ini, pulau ini sebenarnya sangatlah berbahaya karena banyak monster-monster kuat yang menghuni tempat ini.” Ungkap Mia yang senang menerima tamu langka yang berani mengambil resiko mendatangi pulau yang di kuasai oleh anak-anak Raja Iblis Beelzebub ini. Karena tidak merasakan aura intimidasi dari para monster laba-laba putih ini, Luna dan Fay pun memperkenalkan diri mereka dan berbincang-bincang dengan Ratu Laba-laba Putih Mia Arachne. “Benar nyaaww~ semenjak berada di pulau ini aku merasakan monster-monster kuat tinggal disini, khususnya di wilayah tengah tempat ini di area gunung merapi sana, aku merasakan banyak aura gelap pekat yang menakutkan di sekitar gunung itu nyaw~” “Yah betul sekali, sebenarnya Pulau Kelelawar ini adalah tempat bersemayam Monster Legendaris peliharaan Raja Iblis yang di kurung di dalam Gunung Merapi Megabat yang menjadi perbatasan wilayah kekuasaan antara Istana Sayap Barat dan Istana Sayap Timur.” Terang Ratu Mia kepada Luna dan Fay. “Kedua anak Raja Iblis yaitu Avriel Azalea anak ke-6 Raja Iblis, dan Axel Rose Azazil anak angkat Raja Iblis ditugaskan untuk menjaga pulau ini untuk mengontrol Monster Iblis Legendaris Salazar yang masih tertidur di dasar pulau ini.” Lanjut Ratu Mia menjelaskan. “Heee~!? Ada anak Raja Iblis dan Monster Iblis Legendaris di sini?! Sebaiknya kita segera pergi dari sini Luna!” Fay panik setelah mendengarkan penjelasan dari Ratu Mia. “Betul Fay! Tempat ini benar-benar berbahaya bagi kita. Tapi kita harus mencari tahu mengenai pabrik produksi Happy Candy ini dan menghancurkannya agar tidak memakan banyak korban lagi. Kita pun harus menemukan obat penawar untuk menghilangkan efek kegilaan dari permen iblis ini nyaaww~” “Heee~ jadi kita masih harus berada disini? Yah~ walaupun tempat ini cukup menyenangkan karena banyak wahana permainan disini sih, te-he.” Fay merasa takut tapi juga masih ada rasa penasaran di dalam dirinya untuk memainkan semua wahana permainan di Istana Sayap Barat ini. “Otakmu ini isinya cuman bermain saja kau Fay nyaaww!” Mendengar tujuan Luna dan Fay yang dengan mengorbankan nyawanya datang ke Pulau Kelelawar ini. Mia Sang Ratu Laba-laba pun memberikan informasi yang dia ketahui kepada mereka berdua mengenai pabrik permen Funky Hazard. “Oh~ jadi kalian kemari karena Happy Candy?! Sebenarnya anak-anakku yang lain juga terpengaruh Happy Candy dan sekarang sedang di Lockdown disarang ku yang lain.”  “Nyaawww! Bahkan anak-anakmu juga terpengaruh permen iblis itu?!”  “Iyaah itu benar mereka ini masih anak-anak dan tak sengaja menemukan pabrik yang bernama Funky Hazard, karena warnanya yang menarik mereka pun memakan permen itu dan akhirnya sampai sekarang mereka terus tertawa-tawa bahagia seperti orang gila sampai sekarang dan ini sulit dihentikan.” “Eeeh?! sungguh kasihan sekali anakmu Mia, kasusnya sama seperti penduduk di kota kami.” “Iyah oleh karena itu aku menyuruh ketiga anak-anakku yang sudah besar ini untuk memantau pergerakan Dr Salvador yang membuat permen iblis itu dan mencari tau obat penawarnya untuk menyembuhkan anak-anakku agar kembali seperti semula, tapi hingga sekarang ini kami masih belum bisa menemukan obat penawarnya.” “Nyaaww~ bahkan kau yang sudah lama tinggal disini dan memantau mereka masih belum menemukan cara mengobatinya?!” Lalu Ren Tarantula berinteraksi dengan Ratu Mia dan melaporkan kabar terbaru kepadanya. “Labalaba lababalalabala lababalalalalaba.”Begitu laporannya kepada Sang Ratu Laba-laba “Heee?! inikah percakapan antar monster laba-laba? Sungguh mengesankan te-he.” Fay terkejut mendengar percakapan antar monster laba-laba ini. Luna pun ikut menyimak percakapan mereka “Nyaawww begitukah? Ternyata masih ada secercah harapan yah..” Luna si kucing hitam mengangguk-angguk seakan-akan mengerti apa yang dibicarakan oleh monster laba-laba putih itu. “Hah!? Kau bisa mengerti percakapan mereka Luna?” Fay terkejut karena Luna bisa memahami percakapan monster laba-laba itu. “Yah tentu saja nyaaww, bagaimanapun aku ini adalah monster kucing penyihir jadi aku bisa memahami percakapan para monster” Kata Luna dengan bangga. “Lalu apa yang mereka katakan?” Fay penasaran. “Untuk memotong distribusi dan menghentikan produksi Happy Candy kita bisa bekerja sama dalam penghancuran Funky Hazard Nyaaww~ tidak hanya itu kita akan mendapatkan bantuan dari asisten Dr Salvador yang menentang pembuatan Happy Candy ini.” Ungkap Luna menerangkan pembicaraan antara Ratu Mia dengan anaknya Ren Tarantula. “Heee!? benarkah dengan siapa kita akan bekerja sama?” Fay semakin penasaran dengan rencana ini. Serentak bersamaan Mia dan Luna berkata, “Kita akan bekerjasama dengan Frenkenstein!” “E eh!? Fren ken stein?!” Luna terkejut mendengar nama itu, seakan-akan dia mengenal monster berkepala besar yang ada sekrup disisi-sisinya dan memiliki banyak jahitan operasi di sekujur tubuhnya itu. *FUNKY HAZARD FACTORY* Monster boneka yang bertugas sebagai buruh dan kurir pabrik Funky Hazard tengah sibuk memasukkan dus-dus berisikan Happy Candy yang siap didistribusikan ke seluruh penjuru dunia. “Hei kamu! Ber ha ti-hati lah mem ba wa barang-barang i itu. Kalau sam pai terjatuh itu sung guh ter.. la.. lu!” Monster boneka ventriloquist berambut kribo, berjanggut dan menggunakan gitar yang bertubuh mungil memberikan intruksi kepada seluruh monster yang bertugas di Funky Hazard. Dia adalah manager pabrik yang bernama Roman Irama. “Oh! selamat datang Tuan Putri Avriel, kau berkunjung ke ma ri apa kah hendak ber te mu Dr Salvador?" Ucap Roman menyambut Putri Avriel sembari menundukkan kepalanya bersikap hormat. “Oh Roman, yah aku ingin mengetahui perkembangan projek ini dari Dr Salvador.” Sahut Putri Avriel. “Baiklah tuan Putri, maka izinkan saya men dam pi ngi An da ke tempat Dokter berada.” Kata Roman. Putri Avriel didampingi Roman Irama menuju laboratorium tempat Dr Salvador berada, lalu mereka berpapasan dengan Frenkenstein. “Tu.. an.. Pu.. tri.. Fren.. ken.. ma.. u me.. la.. por..” “Hah?! Ngomong apaan sih?! Tidak sekarang Frenken aku terlalu sibuk untuk mendengarkanmu sekarang! Kau bekerjalah dengan benar!” Bentak Putri Avriel kepada Frenkenstein yang berbicara dengan terbata-bata. “Ta..pi.. Frenken..” “Sung guh ter.. la.. lu..! Kau Frenken meng ha la ngi Tuan Putri!” Roman langsung menghardik Frenkenstein yang tubuhnya lebih besar darinya. Putri Avriel dan Roman  berlalu begitu saja meninggalkan Frenkenstein yang masih  belum sempat menyelesaikan kalimatnya. *LABORATORIUM SALVADOR* “Hei Salvador, bagaimana perkembangan Happy Candy? Apakah kita mendapatkan keuntungan besar darinya?” Tanya Putri Avriel. “Oh Tuan Putri kau datang sssshhh~ ah iyah tentu saja kita telah mendapatkan banyak keuntungan dari pendistribusian Happy Candy sssshh~. Agen kita bekerja sama dengan para organisasi besar yang menguasai kota-kota besar kerajaan sssshhhh.” Jawab Dr Salvador yang memiliki tubuh bersisik ular bahkan lidahnya panjang dan bercabang dua seperti ular, juga kalau berbicara selalu mendesis. “Hahaha~ bagus bagus, aku senang sekali mendengarnya.” Putri Avriel senang mendengar jawaban dari ilmuannya. “Aku senang bisa menebar kebahagiaan ke seluruh dunia peroo dan mendapatkan banyak keuntungan darinya hahaha.” Lanjutnya. “Sshhashashasha~ tentunya suatu kehormatan bagiku jika diriku ini bisa berguna bagi pencapaian impian Anda Tuan Putri sssshhh~” Dr Salvador pun ikut senang melihat mood sang putri jadi lebih baik. (Dasar Tuan Putri manja yang bodoh, kenaifanmu justru memberikan lebih banyak keuntungan bagiku ssshashasha) Tanpa diketahui Putri Avriel, Dr Salvador memiliki rencana lain yang tengah dirancangnya. Di sisi lain dibalik celah pintu nampak Frankenstein memperhatikan mereka dari kejauhan. *LORONG BAWAH TANAH ISTANA BARAT* “EEEEHHH!? Benarkah kita akan bekerja sama dengan Frenkenstein?” Fay terkejut ketika Ratu Mia menyebut nama monster berkepala skrup itu. “Iyah tentu, sebenarnya kami sudah lama berbagi informasi dengan Frenkenstein myuru~” Papar Ratu Mia yang ternyata Frenkenstein dan monster laba-laba putih saling bekerja sama. “Nyaww~ kau nampak terkejut Fay, apa kau mengenal Frenkenstein?” Luna penasaran dengan sikap Fay yang sepertinya mengenal monster yang memiliki banyak jahitan ditubuhnya itu. “Hehehe iyah, waktu aku berada dalam gua bawah tanah aku tersesat dan bertemu dengan monster besar berkepala kotak yang ada paku tertancap di sisi-sisi keningnya.” Fay mulai menceritakan awal mula dia bisa masuk ke pulau yang dipenuhi aura kegelapan ini. “Saat itu aku sempat berteriak kaget, tapi dia mencoba menenangkanku dan menunjukkan jalan keluar untukku.” Sambungnya. “Nyaaawww! Kau benar-benar beruntung Fay, untung bukan monster lain yang menemukanmu nyaaww” Kata Luna yang merasa lega karena Fay bertemu dengan monster yang baik. “Te-he, hehehe” Fay tertawa dan bangga dengan keberuntungannya. “Syukurlah kalian benar-benar orang yang dinaungi dengan keberuntungan.” Ucap Ratu Mia. “Lalu Ratu Mia, apa yang akan kita lakukan selanjutnyawh?” Tanya Luna yang ingin mendengar keputusan dari sang Ratu Laba-Laba Putih ini. “Ah iyah, sebenarnya Frenkenstein dan kami para laba-laba putih sudah menukar dus-dus berisikan happy candy yang akan didistribusikan di ganti dengan batu-batu kerikil yang sudah dibungkus.” Ratu Mia menjelaskan rencananya. “Nyaaaw~ dengan begitu Happy Candy tidak akan menyebar lagi bagus sekali. Kita malah nge-prank putri raja iblis ini hahaha. Selanjutnya adalah bagaimana kita menghancurkan pabrik itu nyaw?” Ucap Luna. “Tapi nyaw~ aku penasaran kenapa kalian para monster melakukan hal ini? Apa untungnya bagi kalian nyaww~?” Tanya Luna penasaran. “Ah aku pribadi sebagai seorang Ratu yang anak-anak ku menjadi korban permen iblis itu, jadi aku ingin permen itu dimusnahkan agar anak-anak ku aman. Sedangkan Frenkenstein dia mempunyai hubungan erat dengan seorang manusia di masa lalunya. Dan tidak ingin umat manusia terkena dampak dari permen ini.” Ratu Mia menerangkan. “Oh begitu yah. Lalu apakah kalian sudah menemukan penawarnya?” Tanya Fay. “Hmm.. Frenkenstein sedang melakukan uji coba, nampaknya pertemuan hari ini kita akan melihat hasilnya myuru~” Jawab Ratu Mia yang begitu percaya dengan kemampuan monster yang terlihat lambat dan bodoh itu. “Eeeh?! Frenkenstein yang seperti itu bisa melakukan ekperimen?!” Fay terkejut mendengarnya, karena kelihatannya dia merasa lebih pintar daripada monster itu. “Hahaha jangan melihat seseorang dari penampilannya saja Nona Fay, walaupun terkesan lambat dan lemot, Frenkenstein itu sebenarnya sangat jenius  loh.” Kata Ratu Mia. “Eeeehh benarkah?!” Fay jadi semakin penasaran dengan kemampuan Frenkenstein. “Nyaaaww~ baiklah, jadi kapan kita mulai beraksi nyaaww?” Tanya Luna yang tidak sabar untuk menyelasaikan masalah permen gila itu agar segera dimusnahkan. “Hahaha anak-anakku sedang mempersiapkannya. Tidak lama lagi akan selesai dan kita akan ke tempat pertemuan dengan Frenkenstein.” Jawab Ratu Mia. Luna dan Fay sudah menemukan titik terang untuk menyelesaikan persoalan mereka mengenai permen Happy Candy yang memakan banyak korban di kota mereka tinggal. Lalu pertemuan mereka dengan Sang Ratu Laba-laba Putih, Mia Arachne yang memiliki persoalan yang sama itu, akankah mereka bekerja sama untuk menghancurkan Funky Hazard dan menemukan obat penawar bagi penderita kegilaan akibat Happy Candy itu? Petualangan Gadis Remaja dan Si Kucing Hitam di Wilayah Sayap Timur Pulau Kelelawar, akan semakin menarik...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN