Kesadaranku terenggut saat Arghani tersenyum. Tanganku seolah mendapatkan banyak energi dan dengan entengnya melayang. Tangan mulusku mendarat kuat di pipi Arghani. Tidak ada makian, aku bahkan kaget menatap tanganku. Aku merasa malu karena sudah bertingkah aneh. Jadi aku hanya bisa menyambar minumanku dan kabur secepat kilat dari hadapan Arghani yang masih kaget ditampar olehku. Aku bahkan berjalan grasa-grusu sehingga menabrak seorang perempuan di pintu masuk. "Jalan tuh lihat-lihat!" bentak si perempuan. Aku meringis pelan dan hanya dapat menunduk meminta maaf. Aku lekas melaju dan tidak mengindahkan makian yang dikeluarkan. Saat melewati tempat sampah aku melempar minumanku ke dalamnya. Rasanya kopi dan starbauck tempat yang akan menyimpan banyak kenangan untukku ke depannya. Aku m

