Epilog

550 Kata

Sebenarnya cerita itu gak ada yang happy ending. Kenapa? Karena seyogyanya cerita itu tidak akan pernah ada selesainya, tidak ada endingnya. Happy ending itu sendiri tentang bagaimana kita menjalaninya. Aku lebih setuju ending digunakan untuk penyelesaian satu masalah. Bukan hal aneh jika hidup di dunia ini punya banyak masalah. Jenis beragam dan tentunya lebih dari satu, selesai satu masalah maka masalah lain menunggu untuk dijemput. Menikah dan berkeluarga tentunya merupakan salah satu defenisi 'happy' dalam hidupku. Tentunya tidak akan diikuti dengan kata ending, jelas aku masih ingin hidup bersama sampai renta dengan suamiku tercinta. "Ngelamunin apa Di?" tangan lembut Arghani menggenggam tanganku. Senyum manis suami tercintaku tercetak jelas di wajah rupawannya. "Mikirin Ghandi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN