*** “Bi, Kean sedang apa?” Siang itu, sambil merebahkan diri di sofa setelah usai meeting hari ini. Aku pun menelpon ke Apartemen, karena tiba-tiba sangat merindukan Kean. Tadi pagi aku memang tak sempat mengurus Kean seperti biasanya. Karena ada meeting yang dijadwalkan pagi sekali, dan tidak boleh sampai terlambat. Alhasil, aku harus berangkat saat Kean masih tidur pulas. Itulah kenapa, siang ini aku sudah sangat merindukan bocah gembul itu. Kean itu mood booster aku. “Den Kean lagi tidur, Bu. Kecapean habis main sama Pak Ken.” Beritahu Bi Mirna, pengasuh Kean. Namun , apa katanya? Kean habis main sama Ken? Kok, Ken gak kasih tahu aku kalau mau mampir? “Oh, ya? Berapa lama mainnya, sampai kecapean gitu?” Sekuat tenaga aku menahan diriku untuk tak mencecar Bi Mirna, dengan pertanya

