Chapter 56

345 Kata

*** “Biar saya saja yang menemui Dokter.” “Tidak usah. Saya bisa sendiri.” “Jangan keras kepala, Ra. Percaya sama saya, saya pasti bisa diandalkan untuk hal ini.” Aku langsung memutar mataku dengan jengah, saat mendengar sahutan pria keras kepala, yang ternyata tak mau pergi meski sudah kuusir berkali-kali. Ya. Setelah kutinggalkan tadi, kiranya dia akan menurut dan pergi. Tapi ternyata, pria ini malah mengekoriku dan ikut merecokiku setelahnya. Menyebalkan sekali! “Mau ngapain? Bukan Anda yang dicari dokter, tapi saya!” tegasku sekali lagi, menjawab sikap sok tahu pria ini. “Ya, tapi kaki kamu lagi sakit, Rara. Kamu gak boleh banyak bergerak.” Cih, sok perhatian! “Sudah saya bilang gak usah sok perhatian!” “Bukan gitu. Saya cuma—” “Lagian buat apa Anda menemui Dokter? Anda gak ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN