Chapter 60

947 Kata

*** “Rara?!” sambut Mama Sulis, saat melihatku di ambang pintu. Mata tuanya berkaca-kaca, memandangku dengan sorot mata yang syarat akan kerinduan. Tuhan, aku sangat merindukan tatapan teduh wanita ini. “Rara? Putriku, kemarilah, Nak?” pintanya kemudian, sambil mengangkat tangan agar aku mau meraihnya. Ternyata, kondisi Mama Sulis tak seperti yang aku bayangkan. Dia tidak dalam kondisi memprihatinkan, layaknya kondisi Papi dulu. Meski dia terlihat pucat dan lemah, tapi setidaknya, tidak banyak kabel dan selang penunjang kehidupan yang menempel di tubuhnya. Jadi, Pasti kondisinya tak separah Papi dulu. Iya kan? “Rara, Putriku ... huhuhu ” Mama Sulis langsung tergugu sambil memelukku dengan erat, saat aku sudah menyambut uluran tangannya. Aku ingin bertanya tentang kabarnya atau kondis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN