Me :I miss u so bad Hanya itu memang. Tapi aku yakin, saat ini Ken pasti sedang senyum-senyum sendiri membacanya. Karena aku memang jarang berkata manis padanya. Biasalah, aku malu kalau harus terlalu agresif pada pria itu. “Pa ... pa ....” Celoteh Kean, saat aku baru saja memasuki gerbang rumah sakit itu. Ugh ... bahkan Kean sendiri sudah sangat hafal tempat kerja Papanya. Eh, bolehkah aku mengklaim Ken sebagai Papanya Kean secepat ini? “Iya, Nak. Ini tempat kerja Papa. Kean seneng kan, mau ketemu Papa?” Aku menanggapi ocehan bocah itu, sambil mencari tempat untuk memarkirkan mobil kami. Kean hanya bertepuk tangan dengan riang menanggapinya. “Sabar, ya? Mama mau nyari tempat parkir dulu,” ucapku, sambil terus melihat ke kanan dan kiriku. Tumben sekali parkiran rumah sakit ini penuh.

