BAB 7 “Kenapa melihat saya seperti itu? Mau ngerengek? Atau mau ngadu lagi sama Mama? Ngadu aja, saya udah gak peduli. Karena apapun yang kamu lakukan, tidak akan pernah membuat saya simpatik sama kamu. Camkan itu!” Butuh beberapa detik, untukku bisa menguasai diri dan rasa sakit akan ucapan Kak Sean tersebut. Namun setelahnya, aku pun mencoba tersenyum, dan mengangguk mengerti pada pernyataan itu. “Ya, Kak. Rara tau. Dan Rara juga gak akan berharap lebih pada kakak, ataupun pernikahan ini. Karena Rara sadar posisi Rara di mana.” Aku pun mencoba menjawab sebijak yang aku bisa. “Bagus kalau kamu memang sadar diri,” ucap Kak Sean setelahnya. “Kalau begitu, sekarang tunjukan kamarnya. Karena saya lelah ingin segera istirahat!” Aku kembali mengangguk. Sebelum berdiri dari duduk, dan menu

