Chapter 16

157 Kata

*** Setelah kejadian itu. Aku memilih meminimalisir interaksiku dengan Kak Sean. Bukan menghindar tentu saja, karena itu tidak mungkin dan rasanya terlalu childish. Aku tetap melayaninya sesuai permintaannya. Menyiapkan baju dan sarapannya. Pulang lebih cepat jika dia minta, bahkan tidur lebih cepat jika dia mulai mengeluh tak bisa tidur jika lampu masih menyala. Aku turuti semua maunya. Meski tugas-tugas kuliahku kadang jadi kacau dan sering mendapat teguran dari kelompok kerjaku. Tapi bagiku, menghadapi mereka lebih mudah daripada menghadapi Kak Sean. Entahlah. Aku malas saja berdebat dengan Kak Sean. Apalagi jika sudah membawa-bawa nama Kak Audy. Malasku jadi double- double. Karena itulah, aku mencoba tak banyak bicara lagi padanya, dan hanya berinteraksi secukupnya. Apa pun aku lak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN