Tubuh Aksa benar-benar lemas, dia sulit untuk berkata-kata lagi. Karena untuk saat ini sangat percuma baginya membela diri, apalagi dengan sikap dan omongan orang kampung yang begitu memojokkan dirinya. Tatapannya sendu, karena jika sampai dia menikah dengan cara seperti ini sama saja dia telah mempermalukan keluarganya, mempermainkan sebuah ikatan suci karena dirinya tidak pernah mengharapkan hal ini terjadi dalam hidupnya. Atuk Fadhil sebenarnya tidak tega membiarkan Aksa seperti sekarang. Namun dia pun tidak bisa berbuat apa-apa. Dia pun menyalahkan dirinya sendiri karena dirinyalah yang membawa warga kampung ke rumahnya. Niat awal atuk Fadhil mengajak warga kampung ke rumahnya karena dia ingin memusyawarahkan tentang kepemimpinan untuk masa yang akan datang. Karena dirinya sudah akan

