Aksa masih berdiri di tempatnya. Dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Bahkan hatinya mengelak kalau semua ini pasti hanya angan-angannya karena dia begitu rindu dan mengkhawatirkan keadaan Alula. Alula pun sama dirinya masih berdiri tanpa melangkah maju mendekati Aksa. Dia tahu kalau saat ini Aksa pasti sangat terkejut dengan kedatangannya yang begitu tiba-tiba dan tidak mengabari apapun pada Aksa. Sampai tepukan mamanya menyadarkan Aksa. “ Aksa kamu gimana sih, kok Alula malah di biarin berdiri disana terus.” Ucap mamanya yang langsung mendekati Alula dan mempersilahkannya untuk duduk. “ Alula pasti cape, habis dari perjalanan jauh kan.” “ Ngga kok tante.” “ Tante mau tanya deh, Alula kan dari Malaysia kok Alula lancar banget bicara Indonesianya.” “ Atuk

