Alula benar-benar tidak dalam kondisi yang baik-baik saja. Hatinya begitu sakit dan kecewa. Bahkan dia tidak mengingkan hari ini ada di tempatnya sekarang. Dia pikir di hari pentingnya ini, akan menjadi hari yang membahagiakan. Tapi angan hanya sekedar angan yang hanya angan. “ La, mau sampai kapan kamu disini.” Tanya atuk yang berusaha menenangkan Alula. “ Kenapa mas Aksa tega sama Lula tuk, dia sudah janji akan datang di acara wisuda Lula. Kalau memang dia ngga bisa datang lebih baik jangan kasih janji kalau memang ngga bisa nepatin.” “ Kamu kan sudah dengar alasannya la. Dia ngga bisa datang kemari bukan karena keinginannya. Itu semua karena keadaan La.” “ Lula memang ngga pernah penting dalam hidup mas Aksa tuk. Dia ngga pernah peduli dengan Lula, sehingga kebahagiaan Lula ngga pe

