66. LYT

1888 Kata

Di luar ruangan Alula, Aksa terus mondar mandir dengan hati yang tidak tenang. Mama Aksa yang melihat putranya seperti itu pun jadi ikut sedih. Tapi mau bagaimanapun dirinya harus menenangkan keadaan Aksa. “ Sa, kamu tenang dulu sa. Kita duduk dulu ya.” Ajak mamanya yang langsung menarik tangan Aksa untuk duduk. “ Gimana Aksa bisa tenang ma, ucapan Alula sudah benar-benar keterlaluan ma. Bisa-bisanya dia mengatakan kata-kata yang tidak pernah Aksa bayangkan akan keluar dari mulutnya.” Ujar Aksa. “ Kamu ngga boleh seperti ini sa, kamu jangan mudah terpancing dengan apa yang Alula katakana la, saat ini hati Alula sedang goyah dan sensitive. Jadi mudah saja ucapannya berganti-ganti. Apalagi setelah dirinya kembali kehilangan orang yang begitu berharga.” Balas mamanya yang mencoba meyakinka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN