Alma masih saja terdiam sambil memandang Alvin, seolah mencari kebohongan dari apa yang baru saja di dengarnya. Alvin juga diam, dia menunggu jawaban apa yang akan keluar dari mulut Alma dengan hati yang berdebar, Namun, bukannya menjawab Aksa langsung menepuk bahu Aksa. “ Awww, sakit ma.” “ Kamu gila ya mas, kamu lagi ngga waras ya. Ngga ada angina ngga ada hujan tiba-tiba ngajak aku balikan.” “ Ya Allah ma tega banget sih bilang aku begitu aku serius ma. Aku mau mengajakmu untuk rujuk lagi.” “ Stop mas, stop membicarakan masalah ini. Jangan meminta sesuatu yang mustahil mas, apa kamu lupa dengan kata-katamu waktu itu, kalau kamu ngga akan meminta sesuatu yang lebih.” “ Ya aku ingat ma, aku sangat ingat. Tapi semakin aku menahannya maka semakin membuatku ingin memilikimu lagi.” “ Ma

