Erika menatap Dhani lekat-lekat, namun pemuda itu masih tertunduk dengan kedua kaki terlipat di dadanya. Secara refleks Erika meletakkan tangan kanannya di bahu Dhani, membuat pemuda itu menoleh menatapnya. “Kau baik-baik saja?” bisik Erika pelan. “Ya.” Dhani hanya menjawabnya pelan, kemudian kembali membuang muka dari Erika. Bomi mencoba mengalihkan pandangannya dari Dhani. Kemudian tiba-tiba saja ia pun ingat kotak hitam yang tadi ia dan yang lainnya lihat. “Ah ya, kotak itu. Di mana kotak hitam itu? Bukan kah tadi ada di sekitar sini.” Tanyanya seraya memandangi sekeliling. “Apa kalian berhasil mengambilnya? Tapi kenapa kita masih berada di sini? Kenapa kita tidak bebas? Dan kenapa labirin ini masih ada?” Bomi memandangi mereka secara bergantian. Sementara itu Dhani dan Dio hanya sa

