Jessica bisa bernapas lega ketika pintu terbuka dengan keras, bahkan hampir membuatnya jatuh terjerembab. Ia kembali menyeret kakinya dengan senyuman yang mengembang begitu berhasil melangkah keluar dari ruangan itu. Namun mendadak senyuman itu sirna ketika dilihatnya seseorang yang berdiri di ujung lorong. Wajah itu tidak begitu jelas. Jessica yang tidak berani mendekat pun memilih melangkah mundur dengan tertatih-tatih ketika sosok itu melangkah mendekatinya dengan gerakan yang sangat pelan. Jessica menyipitkan kedua matanya. Entah kenapa mendadak ia ingin mendekatinya. Begitu ia melangkah, sosok itu tiba-tiba berhenti seakan menunggu agar Jessica yang menghampiri dirinya. Ketika Jessica melangkah sekitar tiga langkah, sosok itu pun akhirnya terlihat dengan jelas. Jessica bahkan bisa me

