Dhani yang awalnya tak kunjung menoleh ketika Zika menarik-narik lengan bajunya pun harus dibuat kesal ketika tarikan di bajunya semakin kuat. Yang lebih parah adalah ketika gadis itu sedikit menggeram. Suaranya yang menggelegar itu pun berhasil membuatnya langsung menoleh, begitu juga dengan Bomi dan yang lainnya. “Kumohon jangan mengeluarkan suara seperti itu!” Dio masih menutup kedua telinga dengan tangannya. “Apa kau tidak sadar kalau geramanmu itu mengerikan?” keluh Dio. Sementara gadis itu hanya tersenyum. Kedua matanya menyipit menjadi sebatas garis di wajahnya. Namun kembali mengerikan begitu kedua matanya melebar. Mata yang hanya dipenuhi dengan warna hitam. “Kau bisa menyentuhku?” tanya Dhani. Zika menoleh dan tersenyum, kemudian mengangguk-angguk seakan bangga karena ia bisa m

