Brakkk... Pintu ruangan terbanting menabrak dinding. Dengan geraman mengerikan, Rina mendorong tubuh Jessica sampai keningnya terbentur kaki tempat tidur. Ia tidak merintih atau pun melawan karena bahkan dirinya tidak memiliki kekuatan untuk itu. Jessica mencoba bangkit, namun tubuhnya kembali terkulai tak berdaya, tepat ketika Rina kembali membanting pintu menutup. Desiran angin mendadak muncul dan mendekat, membuatnya yakin bahwa ia tidak sendiri di tempat itu. Diliriknya samping kanan dan kirinya, namun pandangan kaburnya tidak menangkap sosok apa pun. "Huh?" Tiba-tiba terdengar suara anak kecil yang nyaring, membuatnya mengerjap untuk beberapa saat. "Si- siapa?" Bisikan Jessica masih terdengar sayup-sayup, suaranya lirih dan lemah. "Hmm?" Jessica kembali merasakan hawa dingin yang

