Cuti

1017 Kata

“Sa-yang, maafkan. A-ku sudah sangat lelah,” kujeda ucapanku sejenak, “Tidakkah kau sudah puas menghukumku.” Aku kesal kepada Mas Adri tapi Aku sudah tidak bisa berkutik lagi. Aku hanya bisa terkapar tanpa daya ketika malam ini Mas Adri menggempurku habis-habisan. Tidak puas dengan apa yang dilakukannya di kamar mandi. Mas Adri masih tetap melanjutkan session selanjutnya di tempat tidur. Aku seperti b***k seks untuknya. Entah sudah berapa kali kami melakukan pelepasan. Ahh, Aku tidak bisa menghitungnya lagi. “Kau sangat nikmat sayang. Ahh ... Aku mencintaimu.” Samar-samar Aku mendengarnya karena setelah itu Aku sudah tertidur. Mas Adri tetap melanjutkan aktivitasnya mengeksplor tubuhku. “Takkan Kubiarkan orang lain memilikimu. Sssshhh ....” “Persetan dengan Dewa. Sialan!” “Hanya diri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN