Sepertinya Mas Adri sangat marah padaku. Buktinya selama perjalanan ini keadaan hening dan cenderung mencekam. Tidak ada yang mau memulai pembicaraan sama sekali. Aku juga enggan dan merasa takut sekali untuk memulai duluan. Kulirik sekilas dia fokus menyetir dan wajahnya seperti berusaha keras menahan sesuatu. Apakah hukumanku ini sangat menyiksanya. Apa yang akan terjadi selanjutnya Aku tidak mau membayangkannya. Aku memilih memandang ke jendela sampingku saja, sengaja melihat pemandangan luar yang kami lewati. Musik mulai dinyalakan oleh Mas Adri untuk mengurangi keheningan dan ketegangan. Mobil melaju dengan kecepatan yang tinggi seolah tak sabar ingin segera sampai tujuan. Setelah sampai ke tempat parkir, kami segera masuk ke dalam lift. Tiba di depan unit apartemen Mas Adri, Dia se

