Tubuhku Tidak Bisa Membohongimu

1021 Kata

Aku berusaha melepaskan bekapan mulutku dan mencari tahu siapa yang melakukannya. Seseorang mulai merenggangkan tangannya. “Le-lepas,” pekikku saat menyadari tangan orang itu merenggang. “Sayang, sudah lupa bau tubuhku?” Orang itu bersuara dan aku sangat mengenal suara itu. Bukan karena aku lupa bau tubuh atau parfumnya tapi karena ketidaksiapanku sama sekali tiba-tiba diserang seperti itu. Apalagi aku memakai seragam kerja seperti ini, blazer kerja dengan didalamnya memakai kemeja putih dan rok pendek di atas paha. Tentunya sangat tidak memungkinkan dan tidak leluasa untuk bisa menyerang. “Mas Adri, apa yang mau kau lakukan?” “Aku tidak ingin ada yang melihat kita. Belum waktunya. Maaf.” Mas Adri menatapku dalam. “Aku hampir saja menggigitmu jika saja tidak segera Kau lepaskan tadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN