“Kayaknya Pak Dewa naksir elo deh, Sen,” bisik Vally setelah beberapa saat Pak Dewa pamit karena ada urusan mendadak. “Jangan ngaco kamu Val,” elakku mengarahkan mataku ke orang-orang yang masih asyik berjoget ria. “Ya elah, gue tahu dari tatapan matanya tadi itu, beuh gila. Emang si, rumornya si bos itu playboy. So, hati-hatilah.” Vally memperingatiku kali ini. “Pulang yuk Val, udah gak kuat. Ngantuk banget.” Aku mencoba mengalihkan pembicaraan. “Ok, tapi kamu yang nyetir ya. Bisa kan? Kepalaku sedikit pening.” “Bisa si Val. Oke siap bos.” Kali ini aku yang mengemudikan mobil, Vally berganti posisi menjadi si penunjuk arah. Tak berselang lama kami pun sampai di rumah Vally. Masuk rumah dan langsung naik ke lantai atas menuju ke kamar Vally. “Aku mandi dulu ya Sen, gerah banget. Ang

