Modus

1036 Kata

“Kamu mau menggodaku, Val?” Pak Dewa terkekeh melihat tingkah Vally yang absurd. “Ups, sumpah Pak Dewa. No,” elak Vally menutupi mukanya dengan telapak tangan. Aku hanya bisa tertawa cekikikan melihat tingkah Vally yang begitu lucu dan absurd. “Sen, Sen. Tanggung jawab. Iiih malu tahu sama Pak Dewa,” teriak Vally. “Maaf Pak Dewa, saya duluan ya,” pamit Vally kemudian ngacir pergi meninggalkanku dengan Pak Dewa karena malu. Makan siangnya pun ditinggalkan begitu saja. Akupun hanya bisa terbengong-bengong dengan apa yang dilakukannya. Belum juga aku mulai makan siang, Vally malah main pergi saja. “Ikut langganan catering juga Pak Dewa?” tanyaku mengurangi kegugupanku. “Iya ini, nyoba ikut catering kantor. Bosan makan di luar terus. Sekali-kali makan di sini. Apalagi ditemani kamu Sen.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN