Menangislah

1144 Kata

Keesokan harinya aku mulai mengerjapkan mataku karena efek pantulan sinar matahari yang terik sudah mengenai wajahku. Saat ini hari sudah siang. Aku merasa tubuhku remuk seperti habis dipukuli. Rasa sakit dan perih menyatu di dalam tubuhku. Kepalaku masih terasa sakit. “Eummh ....” Aku mulai bergumam dan membuka mataku seketika saat mencium aroma parfum mint dan menyadari lenganku yang sedang melingkar di tubuh seorang pria. Aku mendongak dan menatap wajah tampan pria yang telah memelukku. Mas Adri??? “Oh, Tuhan!” jeritku dalam hati sambil menutup mulutku yang terbuka dan membelalakkan mataku karena saking terkejutnya. Aku membuka sedikit selimut yang menutupi dadaku, yang ternyata tubuhku dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun. Aku juga melihat ada beberapa bekas ciuman di dadaku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN