Daniel serta Devina berlari menghampiri Davina. Bersamaan dengan itu David juga berlari menghampiri sanga dik. David masih lengkap dengan jas dan dasinya. Lelaki itu langsung bergegas dari kantor setelah menerima telepon dari Davina. “Ibu..” Davina langsung memeluk Devina ketika wanita itu datang. “Bagaimana Ayahmu?” Davina meepas pelukannya dengan sang Ibu. “Ayah kehilangan banyak darah dan harus segera mendapatkan donor darah. Golongan darahnya AB dan rumah sakit sedang kehabisan stok.” David yang mendengarkan itu pun langsung mengeluarkan ponselnya. “Aku akan menanyakan semua anak buah. Siapa tahu ada yang bergolongan darah AB. Aku juga akan meminta mereka mencari orang-orang yang bergolongan darah AB.” David pun mulai menelpon anak buahnya. “Ibu. Aku takut Ayah ke

