Tiga hari setelahnya.. “Pamela..” Tok tok.. Daniel menekan bela dengan sabar berulang kali. “Pamela..” Lelaki itu kemudian menghela napas dan mengusap rambutnya dengan gusar. “Ayolah, Pamela. Aku sungguh ingin bertemu denganmu. Mengapa kau tidak membuka pintunya?” Daniel kemudian mengeluarkan ponselnya dan segera menelpon kontak terbaru Pamela yang ia dapatkan dari Pet. Dirinya sudah mencoba menghubungi kontak itu dari dua hari lalu, akan tetapi Pamela tidak kunjung meresponnya. Sudah begitu banyak pesan yang Daniel kirimkan. Jangankan mendapat balasan, gadis itu bahkan belum membacanya. Ini sudah tiga hari Daniel terus-terusan mendatangi rumah itu dan mengetuk pintu. Daniel juga menunggu hingga tiga-empat jam lamanya hanya agar Pamela membukakan pintu. Akan tet

