23 : When Nath meet Nando

1860 Kata

Nathan pov Saat itu Nico datang ke apartemen Olga yang gue tempati. Sebagai teman, dia ingin tahu kabar gue setelah menjadi suami jejadian Olga. Dia menatap sekeliling apartemen dengan pandangan mata mencibir. "Sebenarnya lo bisa tinggal di tempat yang jauh lebih baik dari apartemen kecil ini Nath. Demi cinta, lo korbankan semua harga diri dan kenyamanan hidup lo. Lalu apa yang lo dapatkan? Bahkan dia tak memandang lo sebagai pria! Lo itu cuma dianggap sobat homo konyolnya!" Gue tersenyum miring. "Lo salah. Hubungan gue dengan Olga sudah ada kemajuan. Bahkan kami sudah menjalani kehidupan layaknya suami istri." Nico agak terkejut mendengar perkataan gue, tapi sesaat kemudian dia kembali nyinyir. "Ah gue lupa. Dia penulis esek-esek gay. Ngeseks sama elo mungkin gak masalah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN