Sebenarnya gue enggan meninggalkan Nath. Bukannya apa, kehadiran Nico kembali di hidup Nath membuat gue was-was. Bagaimana kalau mereka CLBK lagi? Lalu nasib gue dan calon bayi gue? Gue gak mau bayi gue punya mamah tiri kayak Nico! Eitz, perlu digarisbawahi, gue bukan cemburu! Gue seperti ini cuma gegara memikirkan kepentingan anak gue! Gue pengin anak gue menjalani hidup normal. Masa iya nantinya dia punya ibu tiri cowok cabe-cabean? Helow, apa kata dunia? Tapi... Dia punya dua papah. Wajarkah itu? Gue menghela napas panjang, hidup gue gini amat! Rumit. Ini semua gegara makhluk yang duduk di sebelah gue. "Pap, masa mengurus beginian harus melibatkan gue sih?" tanya gue malas. "Bukan gak bisa, Sayang. Papi hanya malas mengurus yang bikin ribet." "Dih, gini aja

