Nath pov Kami berdua menunggu dengan hati was-was. Sambil mondar-mandir seperti setrikaan! Gue berjalan dari sini, Nando dari sana. Lalu bertemu di tengah, nyaris bertabrakan. Kami berhadapan muka, saling memandang, lalu menghela napas panjang. "Apa lo sudah baikan?" ujar gue membuka pembicaraan. "I'am okay. Kedatangan Olga membuatku pulih cepat. Maaf, Nathan. Sepertinya aku tak bisa melepas Olga meski untuk kebahagiaan kalian." Nando mengatakan dengan tegas, meski masih tersirat perasaan tak enak. Gue mengerti apa yang dirasakannya. Kalau gue jadi dia, itu juga yang bakal gue lakukan. "Ayo kita duduk disana," sahut gue menanggapi sembari menunjuk ke bangku panjang depan pintu operasi. Akhirnya Olga dioperasi karena cukup beresiko melahirkan bayi kembar prematur yang letakny

