33 : Pertemuan sesaat

1052 Kata

Jadi, gue mirip tahanan rumah saja. Meski tak terantai kasat mata, gue berasa dibelenggu. Baru berjalan beberapa langkah meninggalkan kamar Mami, udah terdengar teriakan melengking. "Olgaaaaa!!" Gue menghela napas dan menjawab, "iya Mih, mau ambil minum!" Suntuk. Cape hayati.. Tak ada mood booster yang biasa berada disamping gue. Kedua laki gue, Nath dan Nando. Gue kangen berat dengan mereka. Tapi bagaimana lagi? Mami tak bisa gue tinggalkan, dan disini gue seakan hidup di jaman kuda makan rumput. Tak ada gadget. Gue merasa terkungkung. Nyaris gila hingga Papi datang. "Papi, ngapain disini? Mamih masih ngambek, tak mau bertemu Papih," kata gue begitu melihat Papi datang. "Olga, Papi mau mengajak Mamimu berantem!" Ck, Papi gue emang b******k dan childish! Apa dia gak miki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN