Setelah mengatakan sesuatu yang mencengangkan, Emi mengembalikan kotak beludru hitam yang berisi cincin kepada Yudhis. "Apa kamu bilang? Kamu udah gila ya? Em, aku nggak mau kamu ke sana sendirian," bantah Yudhis. Ia berdiri mematung dengan tatapan tidak percaya. Mereka sudah sengaja ketinggalan jadwal kereta pagi ini. Dan Emi sudah sengaja berbohong kepada yang lainnya bahwa ia ingin kembali ke hotel untuk mengambil barangnya yang tertinggal. Tidak jauh dari tempat Yudhis dan Emi berdiri, ada Pak Nugroho dan rekannya yang duduk menunggu di kursi pelataran stasiun. Pak Nugroho sedang menghubungi seseorang. "Maafin aku, Yud. Tapi yang ketinggalan di hotel adalah keputusanku." "Kamu tahu sendiri, kan, dari berita tadi? Dia itu buronan polisi Jepang. Dia tersangka yang udah membunuh sahab

