Part 6. Pembalasan Nathalia

1023 Kata
"Eh, kenapa banyak orang di sini?" Anin tiba-tiba keluar dari toilet dan menatap semua orang bingung. "Gapapa. Ayo kita pergi." Nathalia berjalan mendahului Anin dan diikuti oleh temannya itu. Namun, jalan Nathalia tiba-tiba dihadang oleh Yuka. Salah satu senior yang terkenal suka membully karena merasa paling cantik di SMA. Yuka akan membully semua siswi yang dianggapnya cantik. Dulu Nathali juga pernah hampir dibully tapi Nathali selalu ditolong oleh guru atau pun temannya yang lain tapi sekarang hanya dia yang bisa melindungi diri sendiri. Sungguh, ini sangat menyenangkan. Sedari dulu ia sudah muak dan kesal melihat tingkah Yuka. Membully semua murid demi kepuasan. Dia benci tipe orang seperti itu dan ingin menghajarnya sampai kapok. Akan tetapi, sayang sekali, Dulu dia punya citra baik dihadapan semua orang sehingga tidak bisa melawan secara terang-terangan. Sekarang adalah waktunya untuk memberikan pelajaran berharga ke si pembully di depannya ini. "Lo nantang gue?!" Teriak Yuka sambil mendorong kuat bahu Nathalia karena merasa kesal dengan tatapan tajam Nathalia. Nathalia tertawa mengejek. "Siapa yang nantang Lo? Bukannya Lo yang nantang gue?" "Ya. Gue emang menantang Lo." "Ckck. Merasa paling hebat ya Lo? Kasihan." Nathalia menggeleng miris seraya menatap Yuka kasihan. Yuka semakin tersulut amarah melihat tingkah merendahkan Nathalia. Tangannya terangkat, hendak menampar wajah Nathalia tapi Nathalia menangkap tangannya dengan sigap. Wajah Yuka tampak meringis kesakitan kala Nathalia menguatkan cengkeramannya. Namun, Nathalia tidak peduli. Dia menikmati setiap ekspresi kesakitan yang ditunjukkan Yuka. "Lo mau cari mati hah?! Lepasin gue!" Nathalia tersenyum manis. "Oke." Kemudian memutar pergelangan tangan Yuka tanpa merasa bersalah sedikit pun. Teriakan kesakitan Yuka membuat para penonton meringis. Mereka seolah ikut merasakan apa yang dialami Yuka. Itu pasti sangat sakit sekali. Bayangkan saja pergelangan tanganmu diputar oleh seseorang. "Lo benar-benar nantangin gue ya!" Yuka kembali berteriak. Tatapannya terlihat begitu membunuh namun Nathalia tersenyum remeh. "Sebenarnya gue males berurusan dengan manusia sampah kayak Lo tapi mau bagaimana lagi. Lo duluan yang nyari masalah sama gue. Jadi mau gak mau harus berurusan dengan Lo." Nathalia menjambak rambut Yuka dan menghantukkan kepala gadis itu ke dinding sehingga menghadirkan jeritan kaget dari para penonton. Mereka semua tidak menyangka Nathalia akan melakukan hal tersebut karena biasanya Nathalia hanya lah sosok yang lemah. Mereka semua kembali menjerit kaget melihat Nathalia menghantukkan kepala Yuka ke dinding karena Yuka melawan. Perkelahian di antara kedua orang itu semakin sengit. Yuka tak mau kalah dan ikut membalas perbuatan Nathalia. Tidak ada orang yang berani ikut campur dalam perkelahian tersebut melihat betapa sengitnya. Mereka hanya bisa berteriak dan menyuruh mereka berhenti. Anin sebagai teman Nathalia sangat cemas melihat temannya dilukai oleh Yuka. Nathalia mendapatkan cakaran di pipinya hingga meninggal bekas. Namun, keadaan Nathalia tidak lah seberapa jika dibandingkan dengan Yuka yang terluka parah. Kening gadis itu berdarah dan wajah memar akibat tinjuan Nathalia. Ya, Nathalia memang tidak main-main dalam menghajar Yuka. Dia tidak peduli akan dipanggil ke ruang BK atau pun dimarahi guru karena ia tahu bahwa jabatan ayahnya mampu membuat siapapun bungkam. Yang paling terpenting baginya adalah meluapkan emosi pada Yuka. Ia baru berhenti menghajar Yuka saat gadis yang dipukulinya pingsan. Tatapannya teralihkan ke para penonton. "Kalau kalian masih berani melawan atau menindas gue, maka nasib kalian akan sama dengannya." Kekehnya. Ancaman yang begitu mengerikan bagi mereka semua. Mereka tidak ingin berakhir mengenaskan seperti Yuka. Akan tetapi, di antara kerumunan itu ada yang merasa senang melihat Yuka terluka parah karena Yuka memang terlalu semena-mena pada mereka semua. Hanya saja mereka tidak berani melawan Yuka karena Yuka punya antek-antek. "NATHALIA! IKUT IBU KE RUANG BK!" **** Nathalia keluar dari ruang BK. Dari tadi ia mendapatkan Omelan dari guru BK selama beberapa jam. Dia juga dijatuhkan hukuman skors selama tiga hari sedangkan Yuka tidak menerima hukuman skors. Tidak adil memang. Padahal semua masalah berawal dari Yuka, bukan dari dirinya. Jika kalian pikir Nathalia tidak menjelaskan semuanya, maka kalian salah. Nathalia menjelaskan semuanya tapi guru BK tetap tidak menjatuhkan hukuman pada Yuka dengan alasan Yuka lah yang terluka parah dibanding dirinya. Ah, hukum terkadang memang tidak adil dan Nathalia paham itu. Tidak apa-apa. Hukuman skors tidak lah berarti. Lumayan juga dia bisa mendapatkan jatah liburan tanpa harus bolos. Selain itu, orangtuanya juga mendapat surat panggilan dari guru BK. Nathalia terkekeh memikirkan hal itu. Selama ini, dia belum pernah di skors dan dipanggil orangtuanya ke sekolah karena selama ini dia anak baik-baik. Namun, setelah masuk ke tubuh Nathalia, dia malah mendapatkan pengalaman baru seperti ini. Berkelahi di ruang lingkup sekolah, masuk BK, di hukum, dan dipanggil orangtua. "Tidak buruk juga." Gumamnya sambil tersenyum geli. Nathalia tidak pergi ke kelas meskipun jam pelajaran sedang berlangsung. Dia lebih memilih pergi ke kantin untuk mengisi perutnya yang keroncongan akibat mendengar ceramahan guru BK. Untung saja tidak ada guru yang sedang berpatroli sehingga ia tidak tertangkap dan mendapatkan hukuman lainnya. Nathalia juga berhasil melewati setiap kelas tanpa ditegur oleh guru yang sedang mengajar. Gadis cantik itu meniup poninya kesal mengingat jarak kantin cukup jauh. Dia harus turun tangga dulu karena kantin berada di lantai bawah. Keadaan begitu hening dan sepi. Hanya langkah kakinya saja yang terdengar. Dia menuruni tangga dengan cepat. Tepat di tangga ke tujuh, seseorang memanggilnya dengan nada lirih. "Nathalia." Nathalia pun berbalik. Keningnya mengernyit melihat siswi yang memanggilnya. Entah kenapa ia merasa hawa di sekitarnya terasa begitu dingin. Siswi itu berwajah pucat namun tetap cantik. Rambutnya panjang dan lurus. "Kau bisa melihatku?" Bulu kuduk Nathalia merinding. Perasaannya mendadak tidak tenang. 'apa maksudnya? Kenapa dia bertanya hal aneh itu? Apa mungkin dia gila?!' Nathalia tiba-tiba berteriak saat siswi itu melayang ke arahnya. Akibat terlampau terkejut, Nathalia berjalan mundur dan alhasil dia pun berguling-guling di tangga. Gadis cantik itu meringis kesakitan. Sekujur tubuhnya terasa sakit, terutama kepalanya. Belum hilang keterkejutannya, siswi itu sudah melayang di depannya sambil menyeringai lebar. "Ayo berteman." Ajaknya cekikan. Nathalia yang masih terkejut melihat penampakan untuk pertama kalinya langsung bangun dan berlari kencang. Meninggalkan sosok itu tanpa berbalik sedikit pun karena yang ada di dalam otaknya hanya lari, lari, dan lari. Dia perlu menenangkan diri atas semua kejadian tidak masuk akal ini. Bagaimana ceritanya dia bisa melihat hantu di siang bolong?! Sejak kapan dia bisa melihat hantu?! Kenapa dia bisa melihat hantu?! -Tbc-
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN