malam

1618 Kata
Ayra melepas pelukan mas Arya, "mas bisa tolang jangan pegang pegang aku" Arya meminta maaf lalu mebiarkan ayra pergi. Ternyata ayra pergi ke meja keluarga khayran. "Malem Tante, kak Ira" sapa ayra. Mereka mengangguk ramah. "Kak ,khayran di mana ya?" Tanya ayra. Kakak khayran itu menunjuk keluar, ayra langsung permisi keluar mengejar ayra tapi ternyata khayran sudah pergi membawa mobilnya menjauh. Ayra dengan wajah lesu pun kembali menuju mejanya, lalu bicara pada ibunya saat ini khayran pasti salah paham. Mereka memutuskan pulang, mas Arya juga mengiya kan ucapan ayra untuk pulang ke kosannya. Sesampainya di kosannya ayra, mas Arya langsung pamit karna ternyata pesawatnya dimajukan, dikamar ayra menghubungi khayran berkali kali tapi tak di angkat dia khawatir sekali, dia ingin menjelaskan pada khayran bahwa yang dia liat tidak seperti yang dipikirkan. *** Di tempat lain khayran sedang menyendiri di sebuah caffe tiba tiba di hampiri oleh David yang kebetulan berada di sana juga. David merasa khayran sedang galau, David malah mengajak khayran ke sebuah club, khayran tak memperotes, dan malah ikut ajakan David. ini pertama kalinya dia kesini Dia tidak ingin minum minuman alkohol, dia hanya ingin di tempat yang ramai agar tak terus kepikiran tentang ayra dan Arya. Dia memesan jus, dan menikmati gemerlap lampu diskotik yang remang, bagus lah tidak ada yang tau hatinya hancur disini. Tapi hal yang tidak di duga datang, ternyata minuman khayran di campur alkohol oleh David, ternyata David menghubungi viona, dan merencanakan sesuatu pada khayran. Setelah khayran sudah mulai mabuk viona menghampirinya, viona ada lah teman David dan khayran, khayran juga cukup kenal dan dekat dengan viona karna mereka sering nongkrong bersama. Khayran semakin pusing dan viona berpura pura ingin membantu, padahal viona ingin menjebak khayran, viona membopong tubuh khayran berdalih membantunya pulang, saat khayran benar benar sudah teler viona malah membawa khayran kekamar yang ada di diskotik itu. Mereka berdua sudah di dalam kamar dan viona mencoba merayu khayran yang sedang mabuk tapi khayran menolak, sekuat tenaga dia mengendalikan dirinya, agar sadar. "Kenapa si Ran loh nolak gua terus?" "Nol..ak loh a..pa nya si Vi, em..ang loh su..ka sa..ma gua" kata khayran berusaha menyadarkan dirinya. Selama dia berteman, main bareng dan nongkrong bareng, emang tidak pernah viona mendekati dia atau tebar pesona, seingat khayran sama sekali tidak pernah, makanya khayran aneh sekali malam ini walaupun mabuk dia masih berusaha mengendalikan diri. "Makannya buka mata loh ran, sedikit aja loh lirik gua Luh bakalan tau gua sayang banget sama Luh, Luh selalu liat ayra ayra dan ayra, ketika Luh didepan banyak orang nyanyin lagu buat ayra, loh tau berapa cemburu dan bencinya gua sama dia ran, gua juga pernah liat loh ciuman sama si ayra di jalanan, pokonya Luh sekarang harus jadi milik gua ran" Viona masih memaksa membuka kancing kemeja khayran, dan memaksanya berhubungan badan, menciumi khayran dengan sangat rakus, khayran menepis semua serangan viona tapi cukup kesusahan karna dia sedang mabuk, untuk mengendalikan dirinya saja dia masih belum bisa. "Vi lepasin Vi, loh gila. gak kaya gini harusnya Vi, gue mohon" kata ayran susah payah. Satu hal yang viona tidak sadar bahwa saat mereka di maja bar tadi sampai viona membantu khayran ada yang mengawasi dan memfoto mereka, dan mengirimkannya pada seseorang. *** POV ayra Sisil mengetuk pintu kamar kos ayra dengan tergesa gesa. "Ra...Ra...ayraaa...." Kata Sisil dari luar kos. Ibu membuka pintu dan melihat Sisil panik langsung menanyakan pada sisil. "Ada apa nak sisil, kok panik gitu, ada masalah?." Tanya ibu ayra. "Ayranya ada Tan?" Tanya Sisil sambil menengok ke belakang ibu ayra. Ibu memanggilku ke kamar, bilang kalo Sisil mencari, aku yang sedang sibuk menelpon khayran pun langsung keluar dan menaruh handphone ku. "Ada apa sil?" "Gawat Ra gawat.." Aku mengarah kan Sisil keluar Karana takut jika ibunya dengar, karna ini pasti penting dia tidak ingin ibunya khawatir. "Gawat apa sih sil bicara yang benar" jawab ayra kesal. "Mending Luh liat ini langsung " Sisil menyodorkan handphone nya pada ayra, ayra yang melihat itu pun langsung syok. "Ini dimana sil, aku harus susulin khayran aku pinjam motor Deni boleh?" Kata ayra panik. Deni yang ada di sana pun langsung memberikan kunci dan meminjamkan motornya. Ayra masuk kembali dan meminta izin pada ibunya untuk keluar, ibunya tak mengizinkan tapi ayra bersikukuh, mau tak mau ibunya mengiyakan. Ayra pergi dengan tergesa gesa menuju tempat yang di tuju menggunakan motor Deni. Tadi Sisil menunjukan foto khayran sedang mabuk dan tengah di papah oleh ka viona, ayra takut terjadi sesuatu dengan khayran, makanya dia ingin menyusul khayran, kata Deni khayran ada di ke club' malam. Foto itu didapat kan Deni, Deni dikirim kan foto dan video khayran oleh teman tongkrongannya yang kebetulan juga kenal dengan khayran, Sam langsung menghubungi Deni Karna dia tau betul sipat viona, yang ambisius, dan akan mencelakai khayran. Sam tau khayran anak baik baik jadi dia tidak ingin khayran masuk perangkap viona, maka dari itu dia menghubungi Deni untuk memberitahu ayra. Ayra terus melajukan motornya dengan kecepatan diatas rata rata, butuh waktu 25 menit untuk sampe kesana, disana dia disambut oleh David yang ternyata ada di depan parkir untuk pulang, tapi ayra tak menghiraukannya dan langsung mencari Sam, kebetulan Sam ada di didalam dan mengantarnya ke kamar tempat khayran dan viona berada. Pintu di buka, oleh Sam dan betapa terkejutnya ayra viona sudah membuka bajunya dan hanya meninggalkan dalamannya saja, tapi khayran masih memakai bajunya tapi kancing sudah terbuka beberapa. Terlihat sekali khayran begitu teler karna mabuk, ayra langsung menghampiri khayran yang duduk di tempat tidur, dan viona di bawah Karna didorong khayran sangat keras. "Kamu gak apa-apa ka?" Kata ayra panik menepuk-nepuk wajah kekasihnya itu. "Gila loh, gak waras gatel banget sih jadi cewe, loh gak punya harga diri" bentak ayra tersulut emosi. Viona berdiri menantang ayra. "Elo yang gila, ngapain loh ganggu gue sama khayran, lo itu bener-bener ngerebut Khayran dari gue, pergi loh sana jangan ganggu gue sama khayran " sungut viona tak mau kalah. "Khayran itu milik gue lo yang merebut Khayran dari gue" viona menghampiri ayra tapi ditahan oleh Sam. "Wanita gila, loh pikir dengan loh tiduri khayran dia bakalan mau sama loh" ayra sudah benar-benar emosi. "Sam Luh bawa tuh w************n ini, jangan sampai dia Deket Deket lagi sama khayran, wanita gak tau malu." Sam membawa gadis itu keluar dan tak lupa membawa pakaian viona ya g tergeletak di sembarang tempat, dan meninggalkan ayra dan khayran kemudian. Ayat melihat khayran dengan sendu, ayra melihat ada air minum di atas meja, dia mengambil dan berikan nya kepada kalian khayran. Khayran meminumnya, dan Ayra membantu merapikan baju khyaran, saat mereka ingin keluar khayran menahannya dan berbalik dan pergi menuju kamar mandi. "Kamu gak apa-apa?" Tanya ayra dari luar dengan begitu khawatir. Khayran keluar dengan wajah merah badannya memanas. "Aku kepanasan sekali ay." Ayra mengambil kembali minum yang ada di atas meja dan lagi dia memberikannya pada khayran. "Minuman itu yang membuat ku panas ay.." racawnya, aku cium baunya dan aku icip rasanya sedikit pahit, tapi akutenggak lagi satu tenggakan untuk memastikannya. Dan ternyata ayra juga merasakan hal yang sama tubuhnya memanas, ntah apa yang dia minuman ini, tapi ini sungguh membuat dia panas dan b*******h. Ternyata air putih yang ada di atas meja adalah minuman yang sudah di campur obat perangsang, viona sudah mencampurkannya dan berniat memberikannya kepada khayran tapi dia lupa untuk memberikannya, Karna dia sudah sangat b*******h melihat khayran mabuk. Mereka masih berusaha mengontrol diri, berada di kamar tertutup dan dalam keadaan mabuk juga terangsang sangat menyiksa keduanya. "Ra kamu kenapa dekat dengan masa Arya, padahal kamu tau aku sedang cemburu pada dia." Ayra memulai percakapan. "Aku hanya menganggapnya teman, dan soal makan malam tadi itu Karana dia mau pulang aku juga pergi bersama ibu, dan pelukan itu aku juga tidak tahu kenapa dia tiba-tiba memelukku, aku sangat mencintaimu jadi tolong jangan berpikiran buruk tentang itu, aku tak mungkin berpaling pada orang lain saat hatiku sudah benar-benar kamu ambil" Khayran memeluk tubuhku mengecup kening kepala ku, menciumnya dalam, aku benar-benar tak bisa mengontrol lagi rasa ini. Kami larut dalam rasa, dalam cinta, terbuai suasana, khayran memengut bibirku menciumnya dengan sangat kasar aku menikmatinya, membalas ciuman Khairan juga dengan sangat kasar malam ini kami sudah tak mampu lagi berpikir jernih, ditambah obat perangsang dan rasa yang menggebu membuat kami terbuai. Khayran turunkan baju dress ku ke bawah tangan, menatap ke buah dadaku, memegangnya lembut buah dadaku, dan membuka bra yang menempel pdah buah dadaku, tangannya meraba lalu Mulutnya turun mencium, menghisap buah dadaku aku terbuai dan menikmati setia gerakan Khairan. Lalu tangannya turun lagi sampai bajuku terlepas jatuh ke kakiku, Khairan mengajakku berbaring di tempat tidur, lagi pada tangan menggenggam satu payudaraku dan mulutmu hisap nya dengan lembut, lidahnya bermain dengan putingku tanpa sadar aku mengeluarkan desahan. Khayran pindah ke p******a sebelahnya menghisapnya juga memainkannya, kini khayran membuka celana dalam ku melihat tubuhku yang polos dari atas hingga kebawah kakiku. "Maafkan aku ay, aku sudah tak bisa menahannya lagi, aku mencintaimu, apa pun yang terjadi aku akan bersamamu." Bisiknya ditelinga ku. Khayran membuka semua baju yang berada ditubuhnya, lalu mengecup setiap inci tubuhku, lalu tangannya memegang kaki membukanya lebar dia mulai memasukannya perlahan tapi pasti, sulit awalnya karna ini pertama kalinya ada benda yang masuk ke sana. Khayran berusaha tapi tetap dengan hati hati sampai pas benar benar masuk dia baru menggoyangkannya maju mundur, ini juga kali pertama untuk khayran tapi bukan berarti tak bisa Karna itu sudah naluri. Awalnya sakit tapi mungkin Karna efek obat sakitnya tersamarkan, semakin cepat khayran mengayuh semakin keras pula desahanku, rasanya tak bisa ku jelaskan. Kami benar benar sudah menjadi satu, malam ini kami lewatkan, malam yang panjang, entah sudah berapa ronde Kami lewatkan tapi malam ini malam indah dan juga bencana untuk aku dan khayran. Sampai kami benar-benar lelah lalu tertidur dengan saling berpelukan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN