bazar kampus

1356 Kata
Di luar dugaan, dagangan yang kami jajarkan habis hanya dalam waktu 30 menitan, aku jadi bisa menikmati acara. Walau pun sesekali kita di minta membantu teman yang masih sedang sibuk. Waktu berlalu terasa cepat, karna acara semakin malam semakin meriah, acara ini benar benar sukses. Sampai akhirnya di saat sedang membantu teman yang lain, aku mendengar ada suara yang sangat pamiliar di telinga ku. Orang orang pun berkumpul saat tau siapa yang sedang bernyanyi "oh ini ternyata kejutannya" kata gadis yang bahkan aku tak tau siapa dia. Aku kaget sekali ternyata suara yang yang aku dengar suara khayran, Aku juga tidak tau kalo khayran akan bernyanyi, aku tahu dia tampil, tapi tak tahu kalo dia yang akan nyanyi, karna setahuku dia memainkan salah satu alat musik untuk tampil kali ini. Tanpa sadar aku menikmati setiap kata yang dia nyanyikan, ntah kenapa seperti related sama kisah kami. ( Bila kamu tanya, aku maunya apa ) Ketika bait itu di nyanyikan, wajah khayran menoleh kan matanya melihat ke arahku, semua mata pula tertuju pada ku, seketika aku jadi salting di buatnya. ( Aku mau kita trus bersama ) dan selanjutnya, ketika bait ini pula dinyanyikan khayran berjalan menuju ke arah ku. Semua yang berada di sana tertuju pada ku dan para gadis berteriak iri, juga banyak yang sinis, aku tau itu. ( Coba tanyakan lagi pada hatimu ) Khayran makin mendekat ke arahku. ( Apakah sebaiknya kita putus atau terus? ) Matanya sangat lekat menatap seolah ini bukan lagu tapi ungkapan hati khayran. Tak terasa aku meneteskan air mata, seketika terlintas saat beberapa hari lalu Kami putus. Suaranya sangat merdu sekali, penghayatannya sampai, Dan hari aku baru tahu ternyata khayran pandai bernyanyi. sepertinya di ujung sana ada gadis yang menatap benci pada ku. Aku tau Karna bisa melihat dari ujung mata bahwa dia terlihat begitu marah, ketika khayran menghampiriku tadi apalagi dia sampai berinteraksi padaku sampai aku meneteskan air mata. Tapi aku tak ambil pusing. Aku masih menikmati lagu putus atau terus dari judhika yang di bawakan oleh khayran. Tiba tiba Sisil datang menghampiriku sambil setengah berlari, dia menepuk pundak ku hingga aku tersadar dari lamunan ku beberapa saat. Menoleh ke arahnya sambil tersenyum "kenapa aku bahagia sekali ya" bisik ku sambil cengengesan. Sisil yang mendengar itu langsung mengejekku "mentang-mentang habis di nyanyi-in". Aku tersenyum lalu memeluk Sisil, beruntung khayran sudah selesai menyanyikan lagu nya dan tak melihat kelakuan ku yang salting ini. Tapi mana ada perempuan yang tak salting diperlakukan begini sama orang yang masih dia sayang. Tak terasa acara di penghujung akhir, tempat hajat ini sudah merenggang Karana sudah banyak orang yang pulang. Khayran datang menghampiriku, membantu ku merapihkan sten kita. Semua panitia berkumpul dan membersihkan yang bisa kami jangkau Karana setelahnya pasti petugas kebersihan kampus yang merapihkan sisanya. Khayran mengantar kan ku pulang, Karana Sisil bersama Deni. Tiba di depan kosan ku, aku turun dari motor sesaat ingin membuka helm. Tangan khayran menghentikan ku, Khayran memegang tangan ku, membantu ku melepas helm. Setelah helm terlepas dia masih menatap ku lekat, "ay soal lagu itu.." Aku memotong omongannya Karana merasa tak nyaman mendengar penjelasan dari khayran langsung, "kamu ternyata bisa nyanyi, aku baru tau loh" potong ku. "Memang masih bnyak yang kamu belum tau dari ku ay, 3 tahun masih kurang untuk kita saling mengenal" kata - kata khayran membuat hati ku Dag Dig dug. "Aku ingin masih terus mengenalmu ay, Tau hal-hal yang baru dari mu setiap hari, maka waktu 3 tahun itu kurang bahkan seumur hidupku pun, aku masih harus belajar mengenalmu, aku mencintaimu demi nama Tuhanku ay, sungguh mencintaimu, aku ingin bersama dengan mu lagi ay selamanya " khayran bicara dengan suara yang sendu dan menatap lekat mataku. "Aku ingin kita kembali ay merajut kasih, menulis cerita, biar Tuhan yang menentukan nanti, kita berusaha saja mempertahankan nya." "aku yakin akan ada solusi nantinya untuk saling bersama" lanjut khayran lagi, Aku yang tak dapat membendung rasa ini lagi, aku pun langsung melebur memeluk khayran dengan erat, dan khayran balas memelukku dengan erat. Aku melepas pelukan kami, menatap lekat mata gadis yang ada di hadapan ku Menangkap wajahnya. "Kamu mau kita mengikat kembali apa yang telah putus?" Tanya ku dengan meneteskan air mata di ujung mata. Ayra hanya mengangguk, dan meneteskan air mata, dia sudah tak mampu lagi membendung air matanya juga, Mereka berpelukan lagi sebentar. ***** Dikampus khayran ada meeting panitia lagi untuk merayakan kesuksesan acara bazar kemarin. Ntah Sajak kapan ayra berada di samping ku berjalan, hari ini aku sangat lelah masih mengantuk jadi agak tak fokus sampai baru menyadari ayra berada di sampingku. "Sejak kapan disini?" Tanyaku. "Sedang memikirkan apa sampai tak menyadari kedatanganku" tanya ayra dengan masih melihat kedepan. "Aku memikirkan mu sayang" bisik ku menggoda ayra. Ayra terkekeh "sejak kapan kamu jadi jago gombal gini." "Sejak saat ini, hubungan kita serasa baru, aku ingin memperkenalkan diriku yang baru juga untukmu." Ayra menoleh, ya, ia hanya bisa menoleh tanpa bicara apapun. "Ay sudah sarapan? " "Belum, aku mau ngajak kamu sarapan ini." ajaknya. "Mau makan apa?" "Mau makan kamu" jawab ku sambil tersenyum. Ayra hanya mengakat kedua bahunya mungkin dia sedikit geli dengan tingkah baru ku. Kedua nya menuju kantin untuk sarapan. Di meja ayra memesan nasi goreng sedangkan aku memesan nasi kuning tadinya mau mesen ketoprak tapi, tidak dagang si mang tasmin nya. Ketika sedang asik menyantap sarapan kami, tiba tiba datang seseorang yang sangat aku kenal dia adalah Riko, lagi lagi Riko ingin mendekat pada ayra mungkin dia belum tau kalau kami sudah balikan. Dia sengaja duduk di samping ayra, yang kebetulan ayra dan aku duduk berhadapan, padahal masih banyak bangku kosong, karena ini benar-benar masih pagi. "Ra nanti kita ketempat makan sama sama ya" ajaknya tanpa basa basi setelah duduk. Aku dan ayra saling menatap "aku sama khayran berangkat nya" kata ayra menolak. Aku tekekeh menahan tawa, lagi pula itu orang pede amat, ya. kenapa tiba-tiba datang dan tanpa tidak tau dirinya langsung mengajak ayra pergi bersama, tidak lihat kah dia? ada aku di sini. Ya walau pun dia taunya aku sudah putus dengan Ayra setidaknya dia menghargai ke beradaan ku. Aku hanya diam sambil menatap datar Riko, aku tau ada rasa tak nyaman, sepertinya Riko menyadari kalo kamu sudah balikan. Aku menilai dia malu dan segan padaku. selesai makan aku dan ayra ingin ke halaman kampus mengecek tugas. Di jalan ada lagi orang yang mengusik ketenangan kami, dia Dea. aku heran kenapa ada perempuan yang tidak tau malu seperti dia, bukan kah laki laki akan ilfil jika merasa dikejar. Dia menyapaku dan tanpa aba-aba memeluk tangan kanan ku prosesif, aku melepaskan pegangan itu dan melanjutkan jalan, sudah kehabisan tenaga untuk menolak dia. Kira kira 20 meter kami berjalan menjauh dari Dea, aku menggenggam tangan ayra, dan aku tau Dea bisa melihatnya, memang sengaja aku lalukan. Dan bukan hanya Dea, juga banyak pasang mata di sekitarannya yang melihat genggaman tangan kami. Lagi pula sengaja aku ingin semua orang tau kalo aku dan milik ayra dan ayra milikku. Samar samar aku mendengar mereka bicara "kayanya mereka balikan deh." Ntah tau dari mana mereka kami putus, tapi kayanya satu hari Kami putus sudah banyak orang yang tau dan bergosip tentang itu. Sampai di halaman kampus kami duduk di bawah pohon, dan sibuk dengan leptop masing masing. Lagi dan lagi gangguan itu datang lagi, ada yang menghampiri aku dan ayra. Kalo ini bukan Dea atau Riko melainkan Sisil. Ya sahabat dari pacarku, situkang bar bar. Tapi aku tidak merasa terganggu kedatangan Sisil karna memang kita sedang belajar. Selesai kelas ayra menunggu ku dengan Sisil, yang masih ada kelas Karana kami bertiga akan datang bersama ke acara makan makan untuk merayakan kesuksesan acara bazar kemarin. Setibanya di resto yang di tuju, semua panitia kumpul dan menyantap makanan yang mereka makan. Tapi aku melihat ada yang mencuri pandang pada kekasihku itu, dia adalah senior ku yang kebetulan ketua panitia. Aku marah, cemburu, ketika ada yang memandangi ayraku, aku tak suka gadisku di tatap lelaki lain. aku langsung menyodorkan makanan pada gadisku itu. Ayra yang heran tapi membuka mulutnya pun memakan makanan itu, aku sengaja agar mereka semua melihat. Aku ingin menunjukan bahwa ayra memilik ku, dia punyaku dan akan menjadi milik ku selamanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN