bicara pada mamah

1143 Kata
Pulang dari mengantar ayra ke- kosan nya, aku pun pulang kerumah ku. Ketika masuk dan berniat mengambil minum sebelum masuk kamar ternyata ada mamah di dapur. "Assalamualaikum mam." Sapa ku pada mamah, sambil ku cium tangannya. "Waaikumsalam salam de." Satunya. "Sudah sholat ashar?" Tanya mamah.. "Alhamdulillah sudah mam" jawabku sambil menenggak minuman yang aku ambil. "Setelah ini Ade mau ngapain lagi?" Lagi mamah bertanya pada ku. "Enggak ada mam" aku dirumah mau istirahat, Ade capek banget dari kemarin kurang tidur." "Mamah bisa bicara sebentar?" Tanya ibu kandung ku ini. "Emmm tumben mam, kayanya serius sampe nanya gitu" karna biasanya mamah langsung memanggil ku kalo ada sesuatu yang ingin dia sampaikan, kali ini beda sekali. Mamah hanya mengangguk, "ganti baju dulu ya mamah tunggu di halaman belakang." "Tapi kayanya lamaan ya mam, Ade mau mandi dilu nih, bau matahari soalnya." "Iya, tapi jangan terlalu lama" mamah masih menego. Setelah mandi dan berganti pakaian, aku menuju ketempat mamah di halaman belakang. "Sudah selesai?" Tanya mamah setelah melihatku. "Ini buru buru, Karna mamah kaya mau ngomong penting." Kataku sedikit protes, sebenarnya aku gugup sekali, ntah kenapa aku meras tak enak rasanya. "Ada apa sih mam, Ade jadi deg degan, Karna tak biasanya" "Ade bukan nya sudah putus sama ayra?" Tanya mamah to the point, yang mampu menyentil hatiku hanya dengan perkataan itu. "Oh iya Ade belom cerita ya, Ade balik lagi mah, sama ayra kemarin." Jawab ku jujur, aku memang seterbuka itu pada ibuku, aku selalu menceritakan apapun tengtangku padanya. Mamah hanya diam, wajahnya datar. Ekspresi yang dia tunjukan tak bisa ku mengerti. "There is problem mam?" Tanya ku karna melihat mamah yang hanya diam saja. "Tidak ada, mamah hanya tanya?" Jawab mamah datar. "Karna menurut mamah aneh saja kenapa kalian putus, dan tiba tiba dan kembali lagi dalam waktu sebentar?" "Kemarin kami hanya ada di fase lelah mam, tak ada kejelasan, tak ada pembicaraan serius, kami seperti jalan di tempat, seperti ragu pada diri masing-masing dan aku baru sadar ternyata itu baik, karna komunikasi itu hal utama dalam hubungan." Curhatku pada mamah. Mamah hanya diam saja mendengarkan sambil menatap dan membaca mataku,ntah lah mamah hari ini aneh sekali. "Bagaimana dengan perbedaan diantara kalian" tanya mamah lagi dengan mata lekat menatap ku. "Menurut mamah aku harus bagaimana?" Tanyaku balik. "Kamu tau kan de, mamah selama ini tidak menentang atau pun menyetujui kamu dengan ayra, bukan karna mamah tidak suka pada ayra, dan kamu harus ingat perbedaan di antara kalian itu sangat yang menjadi benteng dalam hubungan kalian." "De mamah sayang sama kamu, mamah sebagai orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya, dan apapun nantinya keputusan Ade, mamah pasti setuju tapi jangan gadaikan tuhan dalam hal apa pun, tak boleh ada yang melebihi sayang dan cinta kita kepada Tuhan" "Mamah seperti ini Karana mamah sayang sama Ade, mamah ingin bertemu Ade di surga, kumpul bersama Ade disurga, keluarga kita masih bisa bersama dalam surganya Allah " "Mah, bagaimana kalo Ade dan ayra menikah?" Tanya ku pada mamah, aku tau mamah selalu bisa di ajak diskusi. "Lalu siapa yang akan mengalah?" Mamah tak ada rasa kaget atau cemas sama sekali atas pertanyaan yang aku lontarkan itu, mungkin sebagai orang tua dia bisa merasakan perasaan ku untuk ayra memang besar, dan aku mungkin akan mengarah kepernikahan. Hening sesaat aku, aku menarik nafas dalam dan ku keluarkan kasar. "Bagaimana jika kita masing masing dengan keyakinan kita mam, aku dengan keyakinanku dan ayra dengan keyakinan ayra sendiri." "Itu memang mudah di ucapkan de, tapi realitanya sulit, kita berada di negara apa, Untuk jadi satu itu ya awalnya harus ada yang mengalah, setidaknya selama resepsi." "Sebenarnya mamah setuju jika nanti kalian memutuskan menikah dan memutuskan dengan keyakinan masing masing, itu lebih baik, dari pada memaksa kan kehendak mengalah demi kebahagian yang semu" jawab mamah ambigu, tak bisa ku mengerti. "Tapi semua itu sangat amat harus dipikirkan matang-matang, Ade harus siap dengan konsekuensinya." "Pesan mamah hanya satu de jangan gadaikan Allah dalam hal apapun" lagi lagi aku tak mengerti apa yang sedang ingin mamah katakan yang sebenarnya. "Mamah juga tau apa yang kamu dan ayra lalukan kemarin, mah lihat di cctv, tanpa sengaja bukan untuk mencari tau, jangan lakukan itu lagi ya de." Aku hanya diam saja tak terkejut sama ucapan mamah, ternyata mamah melihat aku mencium ayra kemarin. "Ade harus banyak bicara dengan ayra, bagaimana kedepannya, dampak yang akan terjadi setelahnya, semua harus dibicarakan, setelah Ade dapat jawabannya baru bilang lagi pada mamah" Setelah mengatakan itu mamah pergi meninggal kan ku di teras belakang. Aku berlama lama di sana menghirup udara sore yang sejuk, menunggu senja berganti malam, sambil merenungkan setiap kata yang mamah ucapan kan. Tujuan apa yang akan kami tuju, bagaimana kedepannya, semua ini membuat aku prustasi. Sampai waktu magrib tiba, aku menyudahi lamunan ku, menuju kamar dan mengambil wudhu bergegas sholat. Setelah sholat dan membaca beberapa lembar ayat, selesainya aku mengambil handphone, ingin menghubungi ayra. Aku buka aplikasi w******p dan aku menelpon gadisku yang tadi aku debatkan dengan mamah, aneh sekali rasanya seperti berbeda, hubungan ini serasa baru. khayran : Hai cantik... Ayra : ada apa ka? Khayran : sedang apa? Ayra. : sedang mengerjakan tugas skripsi, kamu sedang apa? Kahyran : sedang memikirkan kamu Ayra. : gombal Khayran terkekeh menahan tawa. Khayran : ya sudah dilanjut saja, aku mau nunggu isha, lalu tidur, aku sudah mengantuk. Bye manis... Panggilan pun diakhiri keduanya. Memang akhir akhir ini sangat jarang sekali tugas di mata kuliah ku, Karna mungkin dosennya sedang sibuk mempersiapkan ujian untuk juniorku, sebentar lagi kan mereka ujian. Setelah makan malam adzan isha pun ber- kumandang, aku bergegas melaksanakan sholat dan setelah itu tidur. ***** Di kampus ayra dapat panggilan dari ibu nya. Ibu : Hai sayang...Kamu sehat? Sedang berada di mana ? Ayra : Hai Bu ayra sehat, ibu sehat? Ayra sedang di kampus Bu. Ibu. : Ibu sehat sayang Ayra kapan pulang nak? Ibu rindu sekali rasanya. Ayra : ayra sudah mulai mengerjakan skripsi Bu, kayanya gak akan pulang. Ibu : tapi ibu kangen nak. Ayra. : Ibu kesini aja, sekalian nanti kita jalan jalan kalau ayra gak terlalu sibuk,tapi kalau untuk pulang ayra belum bisa Bu. Ibu : nanti ibu kabarin deh kalo ibu kesana, jaga kesehatan sayang, jangan terlalu di porsir, makan yang teratur yaa. Saat sedang bicara dengan ibu khayran datang, tapi hanya diam saja, sampai panggilan benar-benar berakhir khayran baru bicara. "Siapa ay?" "Ibu.." jawabku. Khayran hanya menganggukkan kepalanya, tanda mengerti tapi tak bicara lagi. "Ibu mau kesini kaya deh, soalnya kan aku gak bisa ka" "Bagus dong, nanti kalau senggang kan bisa jalan jalan" "Ay, kemarin aku bicara sama mamahku" "Bicara apa?" Tanya ku yang langsung kepo. "Bicara hubungan kita, aku bilang ingin serius dengan mu, dan.... Aku harap kamu juga mulai bicara tentang hubungan kita pada ibumu" Ayra mengangguk dan berjanji akan bicara pada ibunya dan khayran juga akan menemaninya menjemput ibunya ke bandara sekalian PDkt dengan calon ibu mertuanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN