Tiga Belas

1900 Kata

"Dikta, lo dipanggil sama Adelia." Dikta yang sedang asyik membaca rekam jejak pameran apa saja yang pernah dilaksanakan di Serenade d'Amore sontak mengernyitkan dahi. Dia melirik jam yang tertera di sudut kanan bawah layar komputer, menemukan bahwa jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Jujur saja, ia kira Adelia dan Elisa sudah kembali ke kediaman Padma. Mengingat pertemuan dengan perwakilan galeri Sukma Asih tadi berjalan buruk. Belum lagi sang puan baru dihantam oleh fakta Harini telah meninggal dunia dengan cara tidak menyenangkan saat dirinya melarikan diri dari rumah. Melihat bagaimana Alex bersikap sangat hati-hati dalam memberi taukan hal tersebut kepada Adelia tadi, sepertinya sang puan memiliki keterikatan sendiri dengan Harini. "Dia nggak di ruangan," cegah Elisa saat Dikta hen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN