(TW! Konten sensitif, harap membacanya secara bijak) Ketika Alex dan Dikta masuk, mereka menyadari bahwa lampu ruangan sebagian dimatikan. Tirai di sisi jendela, ditutup rapat hingga ke tahap sinar matahari tidak bisa menyusup masuk. Adelia sempat meminta Elisa untuk membatalkan semua jadwalnya untuk hari ini sembari meminta maaf karena tidak bisa bekerja secara maksimal di hari pertamanya. Saat ini dia seharusnya menyapa para pekerja galeri, namun dengan mata yang membengkak merah dia jelas tidak bisa melakukan itu saat ini. Ruangan yang sengaja dibuat sedikit gelap jelas bertujuan untuk menyamarkan penampilan kacaunya setelah menangis. Alex merasa hatinya mencelos, melihat sang adik bersikap demikian. "Dek-" "Sebentar Kak, aku mau ngomong sama Mas Dikta dulu." Tangan Adelia terangkat

